Menyikapi Dinamika Kelompok

8:51:00 AM

"Aku ingin begini aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekali." Hayoo, tau kutipan kalimat barusan gak? Hehehe.

Ya, seratus buat ente. Itu adalah potongan lirik OST anime Doraemon yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi di sini saya gak akan bahas doraemonnya ya. Gak ada yang baru dari Doraemon soalnya. Sudah tamat juga katanya. Lah terus apa hubungannya tulisan ini sama lagu di atas? Gak ada! Becanda, becanda. Hehe. Masa iya mencantumkan kutipan tanpa ada maksud apa-apa.

Baru saja mendengar kejadian seperti pada kalimat bertanda kutip di atas dari tetangga sebelah. Kejadian biasa sih, tapi hebohnya nasional. Iya, nasional, se Indonesia! hehe Keren kan? Makanya saya tertarik untuk membahas tentang ini. Intinya, ada orang yang maunya begini, ada yang maunya begitu. Ada pihak yang gak mau ini, ada juga pihak yang gak mau itu. Semua serba berseberangan. Tapi yang menarik, mereka terhimpun dalam satu armada, satu payung, dan satu jenis, sama sama berjenis Homo Sapiens. Hehe. Terus apa sebenarnya masalah utamanya?

Jawabnya, gak ada! Iya, gak ada! Gak ada masalah-masalah utamaan. Loh kok? Iya, yang begitu itu wajar terjadi. Sekali lagi, wajar. Iya, wajar! Terus?

Ya, saya harus mengatakan bahwa dalam berkelompok yang namanya konflik itu sangat wajar terjadi. Kurang afdol rasanya berorganisasi tanpa hadirnya sebuah konflik. Baik konflik besar maupun kecil. Semakin banyak orang dalam kelompok tersebut, semakin besar pula peluang untuk terciptanya sebuah konflik. Dan tahukah anda, semakin besar sebuah konflik maka akan semakin kuat pula sebuah organisasi. Namun dengan catatan bahwa mereka harus mampu mencari solusi atas konflik tersebut.

Itu poin pertama yang harus clear di awal. Biasa saja dengan sebuah konflik. Nggak usah mendramatisir, nggak usah lebay. Karena kadang banyak orang menganggap bahwa konflik yang tiba-tiba terjadi dalam dirinya merupakan awal dari kehancurannya. Oh, no! Itu salah besar. Justru itu akan menguatkan kita, jika kita mampu menyelesaikannya. So, be indifferent with the conflict! Kalau kata Pemerintah Inggris, "Keep Calm and Carry On" aja guys!  :)

Poin kedua? Nggak ada. Hehe. Yes! Saya hanya ingin menyampaikan bahwa jadilah orang yang dewasa dalam menghadapi konflik, terutama dalam sebuah kelompok. We A wa, Je A Er Jar, wajar. Jadi menyikapinya juga yang wajar-wajar saja. Tidak usah tersulut emosi. Tidak usah terlalu terbawa suasana. Cukup keep calm and solve this! Dan selalu biasakan untuk mengkonfirmasi permasalahan pada yang berwenang, alias tabayyun dulu bro. Sebelum ente-ente pada menjudge sesuatu yang hanya katanya katanya. :)

Semoga bermanfaat ya. ^_^

You Might Also Like

0 comments